- Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan—begitu perspektif agama Islam yang mendalam. Ingatlah bayang-bayang alam kubur dan akhirat; biarlah hati nurani kita menjadi pengingat abadi bagi siapa pun yang sengaja meracuni ruang publik dengan dusta.
Jika keyakinanmu belum mantap, janganlah mengembangkan atau menyebarluaskan berita yang kebenarannya masih samar. Biasakanlah sikap cek dan ricek terhadap setiap informasi yang datang—kebiasaan ini akan memadamkan api gaduh yang sering dipicu oleh para penggerak kekacauan.
Waspadalah terhadap individu atau kelompok yang dengan sengaja menghidupkan suasana panas, ribut, bising, dan perpecahan di Indonesia; motif mereka jelas ingin melemahkan fondasi bangsa, dan ketajaman pengamatan kita harus menjadi benteng utama.
Bedakanlah dengan tegas mana persoalan pribadi, mana isu institusi, dan mana urusan kenegaraan—jangan dicampuradukkan hingga semakin rumit, ribet, dan sulit diselesaikan; ulah pencampur ini justru yang membuat masalah nasional terasa abadi dan mengganggu ketenangan berbangsa.
Perkuatlah pengawasan melekat dari masyarakat sipil terhadap pejabat eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, agar penyelewengan hukum dapat diminimalisir secara efektif—pengawasan ini adalah senjata ampuh untuk memaksa mereka kembali pada jalan yang amanah.