Tuesday, March 17, 2020

#Tanggung jawab

Mengambil alih tanggungjawab pada waktu yang tepat merupakan sikap pemimpin yang terpuji. Tidak banyak orang yang bersedia mengambil alih tanggungjawab ketika sistem dalam keadaan kacau, kolaps dsb. Tapi banyak orang lebih senang mengambil alih tanggungjawab ketika sistem dalam kondisi baik sehingga mereka tidak direpotkan dan lebih senang menuai hasil yang menguntungkan dirinya atau kelompoknya. Tidak jarang mereka justru berusaha memojokkan seseorang atau istilah lain mengorbankan seseorang padahal belum tentu yang bersangkutan salah. Titik-titik lemah digali jauh lebih dalam bahkan jebakan-jebakan disiapkan secara beramai-ramai. Tindakan yang disebut dalam 3 kalimat terakhir ini merupakan tindakan yang tidak terpuji dan tidak sebaiknya dilakukan oleh seorang pemimpin.
Pemimpin harus mempunyai visi yang mampu mengajak setiap orang yang dipimpinnya untuk bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya. Setiap orang sebenarnya adalah seorang pemimpin, oleh karena itu maka setiap ucapan dan tindak tanduknya seharusnya dijaga agar tetap menjadi guru yang baik bagi semua orang. Pasang surut keinginan untuk bertanggungjawab merupakan hal yang biasa saja namun menjadi hal yang tidak biasa dalam keadaan genting yang memaksa. Pada saat itulah diuji keberaniannya untuk mengambil tanggungjawab betapapun besar tanggungjawab tersebut. Bagi seorang pemimpin pantang surut dia dalam menerjang badai bahkan hujatan sekalipun sebelum tercapai tujuannya/tugas yang diembannya.
Ada pula tipe pemimpin yang pengecut dan tidak bertanggungjawab dengan melempar tanggungjawab ke orang lain padahal dia sendiri yang seharusnya bertanggungjawab atas tindakannya. Tipe pemimpin semacam ini tidak patut dicontoh dan memang bangsa Indonesia tidak sepantasnya mempunyai tipe pemimpin semacam ini. Pernahkah saudaraku melihatnya? Bukan tidak mungkin, tipe-tipe pengecut semacam ini sangat banyak terdapat di sekeliling kita. Seorang pemimpin harus bisa mengatur strategi, kapan dia harus berada di depan, kapan harus berada di tengah dan kapan dia harus berada di belakang. Dengan demikian dia mampu menempatkan diri pada saat yang tepat, tidak harus selalu berada terus menerus di garis depan.
Marilah kita semua berkaca diri dan melihat sekeliling kita, termasuk yang manakah kita dan sekeliling kita ini. Gotong royong memikul tanggungjawab adalah baik namun bila gotong royong untuk tujuan tidak baik tentu harus dihindari.  

Sunday, February 2, 2020

#Sosialisasi

Banyak proses dalam pembangunan ini yang sering tidak disosialisasikan dengan baik sehingga sering timbul masalah. Ketertutupan informasi dan pelaksanaan program yang sering dipaksakan berakibat pada penolakan sebagian masyarakat yang belum sadar manfaat pembangunan bagi khalayak ramai. Pemaksaan dengan kekerasan acapkali terjadi walau kita hal ini sudah jauh berkurang akibat era keterbukaan yang makin menggelora. Seseorang dengan mudahnya dalam hitungan detik bisa menyebarkan informasi untuk khalayak ramai dengan menggunakan sarana media sosial. Kadangkala merekapun tidak begitu peduli bagaimana dampak yang bisa ditimbulkan oleh informasi yang mereka edarkan tersebut.
Kemarin masyarakat yang dievakuasi dari Wuhan China sudah mendarat ke tanah air dan ditempatkan di pulau Natuna. Dari pejabat pemerintah sudah mengumumkan alasan penempatan mereka di Natuna tersebut. Meskipun kemudian ada penolakan dari masyarakat setempat karena kekhawatiran mereka akan penyebaran virus tersebut. Sesuatu yang wajar karena berita yang demikian menyeramkan tentang virus Corona tersebut. Sudah banyak beredar informasi tentang bagaimana mengatasi/beradaptasi/mengantisipasi terhadap kemungkinan penyebaran virus ini namun mengingat tidak semua masyarakat paham dan mengetahuinya maka sudah selayaknya aparatur pemerintah khususnya mensosialisasikannya dengan lebih gencar. Tidak melalui tindakan kekerasan namun dengan tindakan persuasif sehingga masyarakat Natuna bisa menerimanya dengan lapang dada. Setidaknya bisa diminimalisir efek destruktif dari penempatan sementara warga Indonesia yang pulang dari China tersebut. Psikologis massa harus bisa diredam dengan informasi yang baik. Semoga tidak timbul gejolak yang berarti. Aamiin.